GenPI.co Ntb - Sebanyak 23 warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban perang ibu kota Sudan, Khortoum, tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Lombok, Senin (1/5).
Kepulangan 23 warga NTB tersebut dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama berjumlah empat orang. Sementara itu, kloter kedua berjumlah 19 orang.
Asisten II Pemprov NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nurhandini Eka Dewi mengatakan 23 orang itu merupakan pekerjaan migran Indonesia (PMI) dan mahasiswa.
"Belum bisa kami pastikan berapa jumlah PMI dan mahasiswa," kata Eka kepada GenPI.co NTB, Senin (1/5).
Menurut dia, puluhan warga tersebut berasal dari Pulau Lombok dan Sumbawa.
"Alhamdulillah mereka bisa dievakuasi dan pulang dengan sehat," ungkap Eka.
Dia menjelaskan sampai saat ini jumlah warga NTB di Sudan yang akan dievakuasi sebanyak 42 orang.
"Hari ini sudah tiba 23 orang. Di Jakarta ada empat orang dan yang masih di Jeddah 15 orang," sebut Eka.
Pihaknya memastikan warga yang belum tiba di Jakarta akan pulang dengan selamat.
"Jika sudah keluar dari Sudan, insyaallah mereka akan baik-baik saja," ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah itu.
Eka mengaku semua warga yang tiba di Lombok telah melalui pemeriksaan sangat ketat.
"Setelah tiba di Jakarta, mereka dicek kesehatannya. Setelah dipastikan aman, mereka boleh pulang," kata Eka. (*)