GenPI.co Ntb - Kepala Proyek Jembatan Desa Lantan Lombok Tengah, Lalu Nikman Nasir merespons retaknya area ujung jembatan.
Nikman menjelaskan, bahwa semua jembatan memang harus memiliki celah pada ujungnya.
"Jembatan itu tidak boleh kaku sehingga dibuatkan celah," katanya kepada GenPI NTB, Jumat (13/1/2023).
Ketika ujung jembatan rapat, lanjutnya, maka gesekan sewaktu-waktu dapat menendang beton pondasi.
"Besi itu bisa menyusut dan mengembang. Untuk itu jembatan harus dibuatkan celah," ujarnya.
Baik jembatan beton maupun baja, harus ada jarak minimal dua sentimeter.
Masih kata Nikman, di bawah jembatan sudah ditaruhkan karet yang disebut elastomer.
"Elastomer itu ada di bawah sebagai penyangga," jelasnya.
Pihaknya memastikan, mutu dari jembatan terjamin karena bahan yang digunakan lulus uji.
"Bahan yang kami gunakan standar internasional," tegasnya.
Untuk berat keseluruhan, mulai dari beton hingga rangka baja sekitar 258 ton.
Terkait dengan jembatan yang terasa goyang saat dilintasi, dipastikan tidak masalah.
"Jembatan dengan panjang 60 meter ini memang harus goyang. Jika kaku justru bahaya," terangnya.
Dia menegaskan, ketika terjadi gempa sekalipun jembatan masih aman.(*)