GenPI.co Ntb - Alat berat yang rusak di area runway Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid (Bizam) menjadi penyebab pesawat tak bisa mendarat.
Demi alasan keselamatan, aktivitas take-off dan landing sempat dihentikan sampai alat berat ditarik menjauh dari area runway
Humas Angkasa Pura I Bizam Arif Haryanto membenarkan ada pesawat yang memutuskan untuk mengalihkan pendaratan atau menunda landing di Bizam.
Hal itu diakibatkan adanya kejadian alat berat rusak di luar runway yang mengganggu pesawat landing.
"Saat ini alat berat sudah dipindahkan dan aktivitas normal kembali," katanya, kepada GenPi.co NTB, Minggu (27/3).
Informasi yang dihimpun GenPi.co NTB, pagi tadi pesawat Citylink QG 670 jurusan Surabaya - Lombok gagal landing di Bizam.
Pesawat tersebut sempat berputar-berputar hingga sembilan kali sebelum akhirnya memutuskan mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.
Hingga pukul 09.20 Wita, pesawat Citylink tersebut masih terparkir di runway Ngurah Rai sembari menunggu informasi dari pihak Angkasa Pura I Bizam.
Setelah kejadian itu, pihak Angkasa Pura I mengumumkan jika Bizam telah beroperasi normal.
"Sudah tidak ada masalah, aktivitas bandara sudah normal kembali," jelas Arif.(*)